oleh

16 Siswa Yang Dikeluarkan Dari Dapodik SMA 3 Dobo, Kini Telah Bersekolah Kembali

SUARAPAPARISA.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Sebanyak 16 Siswa yang kabarnya dikeluarkan dari Dapodik Sekolah SMA Negeri 3 Pulau-Pulau Aru alias dipecat sebagai Siswa karena suatu pelanggaran yang dilakukan saat kegiatan Senam Pagi (Hari Jumat lalu, 22/08/2023), kini telah bersekolah kembali seperti biasa.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SMA Negeri 3 Pulau-Pulau Aru Ibu Fatima Efruan, S.Pd kepada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/09/2023).

Dikatakan, terkait hal tersebut pihak sekolah telah menempuh langkah-langkah persuasive dengan orang tua siswa sehingga sudah dibawah dalam rapat bersama, baik itu rapat internal Dewan Guru maupun rapat Dewan Guru dengan orang tua Siswa yang juga melibatkan Perwakilan Dinas Pendidkan Provinsi.

“Jadi kemarin kita sudah sama-sama dengan Dinas Cabang dan bersepakat untuk hari ini (Rabu) kita ada dalam rapat bersama dengan orang tua siswa. Tadi keputusan rapat, saya sudah sampaikan kepada orang tua bahwa anak-anak Bapak Ibu saya kasih kembali mereka ke sekolah dan tidak ada masalah lagi,” jelas Efruan.

Sebagai Kepala Sekolah, dirinya berharap kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan disiplin anak-anak sehingga tidak menambah rumitnya para guru dalam memikirkan disiplin atau karakter mereka, tetapi guru bisa lebih fokus memberikan ilmu dan pengetahuan kepada siswa di sekolah.

“Yang saya harapkan itu, tingkatkan disiplin mereka supaya tidak terlalu menambah rumitnya guru untuk memikirkan mereka, biarlah guru fokus memberikan konsumsi ilmu saja dan karakter mereka itu kalau bisa sama-sama kita atasi supaya mereka menjadi Siswa yang berkarakter dan kenakalan mereka tidak terlalu nampak di sekolah,’’ pintanya.

Kepsek mengaku dalam rapat bersama orang tua siswa, mereka saling menasihati, saling memaafkan satu sama lain baik itu dalam internal Dewan Guru tetapi juga orang tua dan para Siswa.

“Jadi tadi mereka sudah permintaan maaf dengan saya, masing-masing kita sudah saling menasehati, orang tua sudah saling memaafkan, selesai lalau sambung dengan rapat Dewan Guru bersama dengan perangkat-perangkat, keputusannya kita sudah saling memaafkan, selesai semua masalah itu,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Kepsek menjelaskan bahwa SMA Negeri 3 Pulau-Pulau Aru adalah sekolah binaan pusat yang dialihkan ke Provinsi dan merupakan satu-satunya SMA di Kabupaten Kepulauan Aru yang di tunjuk untuk melaksanakan program pemerintah pusat yaitu program sekolah sehat, yang mana di dalam program sekolah sehat itu ada 3 program yaitu Sehat Fisik, Sehat Gizi dan Sehat Imunisasi. Dari 3 program sekolah sehat tersebut, SMA Negeri 3 Pulau-Pulau Aru menjalankan 2 program, yaitu Sehat Fisi dan Sehat Gizi.

Setiap sekolah yang sudah diberi tanggung jawab demikian, lanjut Kepsek, harus ada punya aksi program fisik, yaitu salah satunya adalah senam pagi. Selain itu Jalan Santai, icbreaking di Kelas dan olahraga-olahraga tradisional.

“Tidak sebatas itu, tetapi segalah yang diaksikan oleh sekolah yang bersangkutan itu harus selalu diaplod, selalu ada terus laporan setiap bulan ke pusat,’’ tambahnya.

Oleh sebab itu, menurut Kepsek olahraga menjadi sangat penting di SMA Negeri 3 Pulau-Pulau Aru sehingga dapat menjawab apa yang menjadi keiginan Pemerintah Pusat untuk anak sekolah menjadi sehat dan bisa menjadi generasi emas Indonesia.

“Hasil surfey membuktikan bahwa anak Indonesia ini kurang sehat, di kelas mereka belajarnya seing lemas, sering tidur bukan karena kurang tidur malam, tetapi kurang sehat, sehingga keinginan pemerintah pusat itu anak Indonesia harus sehat dengan program sekolah sehat,’’ tuturnya. (NM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed