Wonreli, Suarapaparisa.com,– Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli tampak fokus menyimak materi budidaya dengan sistem hidroponik yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Dan Peternakan Maluku Barat Daya (MBD) Senin, 18/09/23.
Kegiatan ini terlaksana sebagai hasil dari kerja sama antara Lapas Kelas III Wonreli dengan Dinas Pertanian Dan Peternakan MBD .
WBP mengikuti pelatihan selama 3 hari kerja, diajarkan berbagai materi mengenai cara semai hingga panen, mulai dari penyiapan media tanam, penyemaian, perawatan, hingga pengemasan. Pada kegiatan ini pula, WBP diharuskan untuk praktik langsung dengan bimbingan dan arahan instruktur.
“Sangat bersyukur dengan adanya program dari Pertamina yang telah memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru mengenai budidaya hidroponik dan pembuatan makanan sehat dari hasil panen hidroponiknya. Ilmu ini juga dapat kami manfaatkan nantinya untuk meningkatkan perekonomian kami selepas masa pidana kami berakhir,” ujar Saul, salah satu peserta sosialisasi dan pelatihan Budidaya Hidroponik.
Apabila mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) program ini mendukung tujuan ke-2 pada indikator 2.4.1 yaitu “penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan” sebesar 0,315 HA dan pada indikator 2.2.1 yaitu “Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun/balita serta manula” sebesar 0,00903 persen.
Kepala Lapas Wonreli, Christy J Thenu dalam sambutannya menuturkan bahwa pelatihan kemandirian ini dilaksanakan untuk memfasilitasi WBP dengan kegiatan positif selama berada di Lapas Wonreli. Hal ini juga menjadi bagian untuk mencapai tujuan Pemasyarakatan.
“Kita memfasilitasi WBP dengan berbagai kegiatan positif dan produktif dalam upaya kita melaksanakan fungsi Pemasyarakatan, yakni melaksanakan pembinaan bagi WBP. Ada banyak pelatihan yang kita selenggarakan, termasuk yang saat ini sedang berlangsung,” jelasnya.
“Tentu harapan kita WBP ini mengikuti setiap materi dan praktik dengan sungguh-sungguh, menghargai dan mengikuti arahan instruktur, sehingga ilmu yang didapat bisa mereka gunakan untuk menjalani kehidupan pascapembinaan di Lapas Kelas III Wonreli,” tutup Christy(***)










Komentar