JAKARTA, SP. Com. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 telah mengumumkan daerah-daerah yang berada di zona hijau dan zona kuning. Zonasi daerah tersebut ditentukan oleh indikator kesehatan masyarakat.
Penentuan zona pada daerah-daerah tersebut berdasarkan pada pengumpulan data dan kajian maupun analisis dari tim pakar GTPPC19 atau Gugus Tugas Nasional. Penentuan zona tadi menggunakan indikator-indikator kesehatan masyarakat.
“Secara total terdapat 15 indikator utama. Indikator kesehatan masyarakat, yang terbagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 indikator pelayanan kesehatan,” kata Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar GTPPC19 saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (8/6).
Dewi mengatakan bahwa setiap indikator tersebut memiliki penilaian dan selanjutnya pembobotan dan penjumlahan.
“Hasil perhitungan tersebut kemudian akan dikategorisasikan menjadi empat zona risiko utama, yaitu zona risiko tinggi, zona risiko sedang, zona risiko rendah dan zona tidak terdampak,” kata Dewi, ahli epidemiologi dan pakar informatika penyakit menular.
Pada akhir Mei 2020 Gugus Tugas Nasional telah menyampaikan 102 kabupaten-kota tidak terdampak atau zona hijau. Kemudian pada hari ini (8/6), Gugus Tugas juga mengumumkan 136 wilayah lain yang berisiko rendah. Timnya telah memutakhirkan data setiap minggu; dan ke-136 kabupaten-kota ini merupakan wilayah administrasi dengan risiko rendah per tanggal 7 Juni 2020.
Ia mengingatkan bahwa data COVID-19 bersifat dinamis.
“Terdapat daerah-daerah yang sebelumnya mungkin tidak terdampak, namun dapat berubah menjadi daerah-daerah dengan risiko rendah. Begitu juga ada daerah dengan risiko rendah yang dapat berpindah menjadi zona risiko sedang, ataupun sebaliknya,” ujarnya.
Ia mengharapkan seluruh komponen masyarakat Indonesia disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan di manapun berada dalam seluruh sektor kegiatan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya kolektif masyarakat untuk menjalankan adaptasi kebiasaan baru menuju aman dan produktif.
Berikut ini kabupaten dan kota yang berada pada zona risiko rendah atau kuning.
Provinsi Aceh [Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Kota Lhokseumawe, Pidie, Simeulue, Kota Banda Aceh, Aceh Utara, Gayo Lues, Bener Meriah].
Provinsi Sumatera Utara [Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara].
Provinsi Sumatera Selatan [Lahat, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir].
Provinsi Sumatera Barat [Kota Pariaman, Kota Solok].
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung [Belitung, Bangka Tengah, Bangka Barat].
Provinsi Kepulauan Riau [Karimun, Bintan, Kota Tanjung Pinang].
Provinsi Jambi [Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Batang Hari, Bungo, Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi, Tebo].
Provinsi Lampung [Lampung Tengah, Lampung Barat, Tulang Bawang, Tanggamus, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Kota Metro, Lampung Selatan, Lampung Utara, Pesawaran].
Provinsi Bengkulu [Bengkulu Selatan, Kaur, Mukomuko, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah].
Provinsi Riau [Indragiri Hulu, Indragiri Hilir Kepulauan Meranti, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Rokan Hulu, Siak, Kota Dumai, Kampar, dan Bengkalis].
Provinsi Kalimantan Barat [Sanggau, Ketapang, Sekadau, Landak, Kota Singkawang, Kayong Utara, Sambas, Mempawah, Sintang].
Provinsi Kalimantan Timur [Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Penajam Paser Utara, dan Kutai Timur].
Provinsi Kalimantan Selatan [Hulu Sungai Selatan].
Provinsi Kalimantan Tengah [Barito Utara].
Provinsi Jawa Timur [Ponorogo, Kota Blitar, Trenggalek, Kota Pasuruan]
Provinsi Jawa Barat [Cianjur, Ciamis, Kota Banjar, Sukabumi, Sumedang, Tasikmalaya, Cirebon Majalengka, Kuningan, Pangandaran, dan Indramayu].
Provinsi Jawa Tengah [Kota Pekalongan, Wonogiri, Karanganyar, Grobogan, Kendal, Pekalongan, Boyolali, Blora, Sragen, Lembang].
Daerah Istimewa Yogyakarta [Sleman].
Provinsi Nusa Tenggara Timur [Flores Timur, Sumba Timur, Manggarai, Ende, Manggarai Barat, Nagekeo].
Provinsi Sulawesi Utara [Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Bolaang Mongondow Utara].
Provinsi Sulawesi Barat [Mamuju].
Provinsi Sulawesi Tenggara [Konawe Selatan, Konawe, Kolaka].
Provinsi Sulawesi Tengah [Kota Palu, Morowali, Sigi, Poso, Tolitoli, Banggai Kepulauan, Banggai Laut].
Provinsi Sulawesi Selatan [Barru, Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Bulukumba, Kota Palopo]. Provinsi Maluku Utara [Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu, Halmahera Utara].
Provinsi Maluku [Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Maluku Tenggara].
Provinsi Papua Barat [Kaimana, Fakfak].
Provinsi Papua [Nabire].
Kemudian, 1. Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan polling secara online yang dibuka selama dua hari, pada 29 dan 30 Mei 2020. Polling tersebut ditujukan ke para guru, orang tua/wali murid dan siswa-siswi.
*Hasilnya dari total 26 ribu responden sebanyak 49,45% setuju sekolah dibuka kembali, 40% tidak setuju, dan selebihnya menyatakan tidak tahu.*
- kasus transmisi lokal (tertular di Bali) kini sudah mencapai 295 orang atau 50,69 persen, *melampaui kasus imported case* (tertular di luar Bali).
- Gubernur Bali Wayan Koster melihat sejumlah warga mulai tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kondisi itu membuat penyebaran virus corona (Covid-19) karena transmisi lokal di Bali terus meningkat.
*”Saya memantau kerumunan di mana-mana mulai muncul, dan tidak disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak,”* kata Koster.
- Terdapat *antrian panjang di stasiun Rangkasbitung.* Antrian calon penumpang KRL dari stasiun kereta api sampai depan lampu merah polsek Rangkasbitung.
- Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) di Banten *mempersilakan ribuan pesantren di Banten melaksanakan kegiatan belajar mengajar kembali.* Pihaknya mengingatkan pengelola pesantren mengikuti saran protokol kesehatan agar santri terlindung dari virus Corona.
- Berdasarkan pantauan jubir Tim GTPP Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno di lapangan, banyak masyarakat yang seakan mulai *mengabaikan situasi penyebaran pandemi Corona.* Misalnya untuk terus selalu menjaga jarak (physical distancing).
- “Minggu malam saya juga keluar keliling lewat Malioboro. Di Malioboro mereka kongko-kongko sambil duduk ya *ora nganggo masker* (tidak memakai masker),” ujar Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
- Klaster Pedagang Ikan menjadi *klaster kelima yang ada di DIY* setelah Klaster Jemaah Tabligh Sleman, Klaster Jemaah Tabligh Gunungkidul, Klaster GPIB, dan Klaster Indogrosir.
- Terlihat *antrian panjang* di sejumlah titik transportasi umum di Jakarta.
- Penumpang yang *berdiri di KRL terpantau tidak menjaga jarak*, karena marka yang disediakan tidak diindahkan.
- Di Kota Semarang *ada swalayan yang pengunjungnya positif virus corona. Tapi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi merahasiakan swalayan tersebut.* Dia mengancam menutup paksa sebuah toko swalayan itu jika tidak bersedia menutup sendiri tokonya.
- Kepala *Pasar Mangkang Suparjo*, Kota Semarang mengatakan, berdasarkan hasil *swab acak kepada 50 pedagang* pada Kamis (4/6/2020) lalu ditemukan pedagang terkonfirmasi positif corona. *”Dari hasil tes swab itu, infonya ada 8 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari Semarang dan Kendal.”*
- *60 persen kematian pasien positif COVID-19 di Kalimantan Selatan berasal dari klaster Gowa.*
- *2 Penumpang Pesawat Positif Covid-19, Diketahui Setelah Mendarat.*
“Mereka ini *berbekal surat rapid test yang non-reaktif* saat naik pesawat dari Jakarta. *Saat mendarat di BIM pada Rabu, mereka dites swab dan ternyata hasilnya positif*,”
- Sebanyak *24 narapidana perempuan di Lapas Kelas IIA Sungguminasar* di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif virus Corona (COVID-)19. Pihak rumah sakit yang melakukan pemeriksaan PCR menyebut *mereka dinyatakan positif Corona.*
- *Jenazah FN yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan hilang* pada Sabtu (30/05/20) lalu *di pemakaman pemerintah Mejerite*, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Hingga hari ini, total *tenaga kesehatan (Nakes) di Gorontalo yang terpapar COVID-19 telah berjumlah 18 orang. (Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)









Komentar