SP.COM, DOBO, KEPULAUAN ARU — Kebakaran hebat melanda lahan kosong milik Yayasan Budi Luhur, di kawasan sekitar Kantor Bupati Kepulauan Aru, Selasa (11/8/2026). Kejadian ini memicu kepanikan warga, menghambat arus lalu lintas akibat kepulan asap tebal, bahkan mengganggu jalannya latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka).
Berdasarkan pantauan di lapangan, asap mulai terlihat sejak pagi hari, namun api baru mulai membesar sekitar pukul 13.20 WIT, dipicu cuaca panas dan tiupan angin kencang yang menyelimuti wilayah tersebut.
Kobaran api dan asap tebal menutupi area jalur utama hingga ke halaman Kantor Bupati, membuat latihan Paskibra yang sedang berlangsung terpaksa dihentikan. Sebagian anggota Paskibra beserta pelatih dari unsur TNI dan Polri sempat turut membantu memadamkan api, namun Anggota Paskibra segera dilarang oleh Pelati mereka demi menjaga kondisi kesehatan menjelang pelaksanaan Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.
Api terpantau merambat cepat mendekati Kantor Badan Perbatasan Daerah dan pemukiman warga sekitar. Tidak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman, namun upaya pemadaman terpantau lambat karena keterbatasan sarana. Petugas di lokasi mengonfirmasi hanya ada satu unit mobil pemadam kebakaran yang bisa dioperasikan untuk melakukan pemadaman tersebut.
“Iya, hanya ada satu unit mobil yang bisa digunakan saat ini,” ujar Petugas pemadam kepada wartawan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum terkonfirmasi, namun dugaan kuat mengarah pada pembuangan puntung rokok sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Sampai sekarang belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun kami menduga, jangan-jangan puntung rokok yang dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Petugas di lapangan.
Upaya pemadaman masih berlangsung melibatkan petugas damkar, personel gabungan TNI-Polri, dan warga sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian harta benda yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Atas kejadian tersebut, Warga Kota Dobo, terutama yang berada di dekat lokasi-lokasi kosong dihimbau untuk lebih berhati-hati, dalam membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah dan lahan pertanian agar tidak memicu bencana serupa.(NM)









Komentar