Suarapaparisa.com, Menyimak info terkait kunjungan Presiden RI Bapa Ir. H. Joko Widodo beserta delegasi ke China dalam rangka pertemuan bilateral bersama Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri China Li Keqiang. Pertemuan ini sangat tepat, sebab menunjukan posisi Netral Indonesia dalam keseimbangan Geo Politik Global serta meredam gejolak ketegangan perang dagang antar negara adi daya. Menelisik kunjungan bilateral tersebut, sepintas terlintas dalam benak ada beberapa hal penting yang sekiranya di pertimbangan oleh Pemerintah dan pihak terkait dalam pertemuan tsb atl :
*1.* Hubungan bilateral antar ke dua negara patut dijaga baik, mengingat China adalah mitra strategis dan terbesar bagi Indonesia.
*2.* Pada pertemuan tersebut, Indonesia dapat meminta China untuk menghargai kedaulatan Indonesia dengan menegaskan kembali posisi teritori di Natuna Utara adalah sah dan Final dalam bingkai NKRI berdasarkan hukum internasional pada batas area mil laut dari lepas bibir pantai, terkait *nine dash line*, zona ekslusif Indonesia yang selama ini menjadi polemik antar kedua negara.
*3.* Memperkuat kerjasama dan kemitraan di bidang ekonomi terkait seperti kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional dan progres Ekspor-Impor berbagai bahan pokok kebutuhan ekonomi ke dua negara dan pembahasan khusus terkait dampak dan solusi antisipasi inflasi dan resesi global, serta meningkatkan trend volume perdagangan antar kedua negara yang mencapai ± 32.75% selama periode Januari-Maret 2022 dan nilai perdagangan yang fantastis mencapai ± USD 110 Miliar pada akhir 2021, juga untuk investasi China merupakan Investor ke tiga terbesar dengan nilai Investasi ± USD 3.2 Miliar sd thn 2021.
*4.* Pembahasan khusus terkait Investasi jangka menengah dan panjang dalam rangka “belt and road”, seperti pembangunan proyek Jakarta-Bandung dll.
*5.* Presiden dapat memberikan gambaran secara langsung tentang situasi perang di Ukraina dan demi Misi Kemanusiaan, dapat memberi pertimbangan bagi Pemerintah China untuk turut bersuara dalam rangka mengakhiri konflik kemanusiaan demi pemulihan situasi ekonomi dunia.
*6.* Presiden dapat membuka kerjasama penambahan TKI dan perlindungan khususnya Tenaga Kerja Indonesia di China yang saat ini mencapai ± 88.271 orang. (sebagai pukulan telak pada malaysia).
*7.* Pemerintah Indonesia dapat membuka opsi kerjasama investasi di bidang Infrastruktur Pariwisata, mengingat berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi wisata yang luar biasa
*8.* Presiden meminta dukungan pada Pemerintah China untuk menopang tugas Indonesia sebagai Presidensi G-20. Dengan pemulihan iklim dunia pada penggunaan energi baru terbarukan EBT.
*9.* Memperkuat kerjasama Militer antar kedua negara dengan agenda latihan militer bersama maupun kunjungan kemiliteran antar ke dua negara.
*Saran :*
*1.* Khusus untuk tawaran penambahan Pinjaman Utang Luar Negeri oleh Pemerintah China, sebaiknya dipertimbangkan untuk tidak diterima, mengingat posisi Indonesia masih kuat dalam berbagai aspek.
*2.* Untuk kesepakatan pinjaman dan kerjasama investasi jangka pendek sebaiknya dipikirkan kembali atau tak diterima, mengingat masa transisi pada situasi politik dan ekonomi dunia dan rasio ekonomi Indonesia pasca pemulihan masa pandemic Covid-19, masih butuh waktu dan energi besar untuk stabilitas secara universal.
Dari Tanah Papua Indonesia, kami doakan semoga Bapa Presiden dan Delegasi Sehat daan Sukses selalu Mengemban Tugas Amanah Kenegaraan
Salam Pancasila
Salam Persatuan
Salam Hormat
*Andy S Komber🙏🏼*








Komentar