oleh

Pentas Seni SD Negeri 5 Dobo, Tampilkan Tarian dan Lagu Adat 3 Daerah

Suarapaparisa.com, Dobo, Kepulauan Aru,- Satuan Pendidikan SD Negeri Inpres 5 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru dalam rangka mengembangkan seni dan budaya pada dunia pendidikan, pekan kemarin melaksanakan kegian Pentas Seni di lingkungan sekolah setempat, Kamis (16/03/2023).

Kegiatan ini melibatkan Siwa/Siswi Kelas 6 sebanyak 71 orang, dengan menampilkan Tari dan Lagu Adat Aru, Tari dan Lagu Adat Tanimbar, serta Tari dan Lagu Adat Ambon.

“Jadi itu kegiatan pentas seni budaya daerah, jumlah siswa siswi yang ikut sebagai peserta, khusus kelas enam, sebanyak 71 peserta, kelas 3A menampilkan budaya daerah aru, kelas 3B menampilkan budaya daerah ambon dan kelas 3C menampilkan budaya daerah tanimbar,” ujar Kepala SD Negeri Inpres 5 Dobo, Petrus Jirlay kepada awak media ini via tlpn, Minggu (19/03/2023).

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan Muatan Lokal (Mulok) di lingkungan sekolah dalam rangka mempersiapkan anak-anak kelas 6, sehingga kedepan jika mereka beranjak ke jenjang pendidikan SMP, SMA atau Perguruan tinggi, mereka sudah siap untuk menampilkan budaya daerah masing-masing.

Sementara itu, Pak Pit Latuharhary mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan Muatan Lokal dimakusd, mengatakan bahwa terkait dengan kegiatan akhir dari SIP untuk kelas 6 tahun ajaran 2022 – 2023, nantinya ada kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan, termasuk salah satunya adalah kegitan praktek.

Latuharhary menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kegiatan penguatan lokal daerah, itu berarti seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan bersifat lokal daerah.
“Sekarang kita berada di Kepulauan Aru berarti lokal daerah Kepulauan Aru, dengan demikian walaupun pada saatnya segala jenis kegiatan atau budaya yang dilakukan, baik itu secara nasional, provinsi, tetapi lebih khusus kepada daerah, tetap bersifat lokal daerah itu sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, di dalam Kurikulum Indonesia Merdeka Belajar, telah mengatur tentang budaya lokal masing-masing daerah, sehingga dalam kegiatan-kegiatan Muat Lokal di sekolah tidak boleh memfokuskan ke hal-hal lain tetapi melakukan sebagaimana apa yang menjadi muatan lokal daerah kita.

“Sehingga nanti pada saatnya kita mau menanjak ke ivent-ivent yang lebih besar, misalnya ke Provinsi atau ke tingkat Nasional, berarti yang kita bawa adalah penguatan lokal daerah kita, bukan berarti kita tidak harus menyesuaikan dengan yang lain,’’ pintah Latuharhary.

“Saya minta maaf ya, kalau misalnya apa yang saya sampaikan ini pasti ada yang merasa tersinggung, kok kenapa harus hanya daerah Kepulauan Aru saja yang kita harus lakukan, tetapi harus demikian, karena system belajar itu dia akan bersifat kedaerahan, dalam hal ini, isu-isu yang sangat penting itu yang perlu kita angkat sebagai penguatan dalam memberikan pembelajaran kepada siswa,” tambahnya.

Beliau berharap, kegiatan-kegiatan Muatan Lokal daerah seperti ini jangan hanya dilakukan sebatas tahun ini saja, tetapi harus dikembangkan lebih baik lagi di tahun-tahun mendatang.

“Bapak Ibu Guru marilah kita bergandengan tangan untuk melakukan apa yang terbaik untuk anak-anak kita sebagai putra-putri bangsa yang mempunya masa depan yang lebih luas atau lebih jauh,’’ ajaknya.

Beliau juga berharap kepada Tim Penilai lombah Pentas Seni Budaya SD Negeri 5 Dobo agar tidak memberikan standar penilaian pada apa yang ditampilkan oleh para Siswa/Siswi benar atau salah, tetapi penilaian harus lebih kepada usaha mereka dalam menampilkan sesuatu, sehingga merupakan apresiasi bagi usaha mereka untuk menampilkan hal tersebut.

“Baik dan tidaknya, itulah hasil yang mereka berikan, dengan demikian maka saya bilang bahwa sisten penilaian sekarang untuk siswa yang tidak tampil dilapangan, tentunya kami akan berikan nilai 80 untuk dia giat, tetapi kalau dia tidak hadir sama sekali boleh Bapak Ibu berikan penilaian itu sesuai dengan kehadiran dia.

Selanjutnya, saya mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru, saya membuka dengan resmi kegiatan Ujian Praktek Muatan Lokal tahun pelajaran 2022-2023.” Tutup Pit Latuharhary.(NM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed