oleh

WBP LAPAS WONRELI KONSISTEN MERAWAT SAYUR BUDIDAYA HIDROPONIK

WONRELI, Suarapaparisa.com,- Budidaya tanaman berbasis hidroponik akhir-akhir ini menjadi salah satu opsi yang banyak dipilih oleh masyarakat, tak terkecuali Lapas Kelas III Wonreli, Kanwil Kemenkumham Maluku.
Melalui Pembinaan kemandirian, Lapas kelas III Wonreli memberikan pelatihan budidaya tanaman berbasis Hidroponik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan dalam penerapannya Warga Binaan sangat konsisten melakukan perawatan tanaman, Selasa (21/11)

Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Christy J. Thenu saat dimintai keterangan mengungkapkan sangat mengapresiasi kreatifitas dan ketekunan Warga Binaan terhadap pelaksanaan budidaya tanaman hidroponik “Kegiatan ini merupakan program yang yang memungkinkan untuk dilakukan di Lapas Wonreli ini, mengingat lahan yang terbatas maka hidroponik ini menjadi pilihan yang baik, Namun demikian, proses budidaya tanaman hidroponik tetap harus dilakukan perawatan untuk hasil yang maksimal dan untuk itu saya sangat

mengapresiasi Warga Binaan dalam melaksanakan perawatan terhadap tanaman tersebut, seperti mengecek kondisi air,kondisi wadah media tanam, mengecek kondisi tanaman,dan lainnya ” ujarnya

Salah satu Petugas Jaga saat berkesempatan mengawasi langsung Warga Binaan, John Dahoklory mengaku pelatihan yang dilaksanakan memberi dampak yang sangat baik dan produktif, hasilnya tanaman terlihat sehat dan subur, “Sepertinya dalam waktu dekat sudah bisa segera melakukan panen sayur,” Ucap Dahoklory

Hal senada turut diungkapkan oleh Kasubsi Pembinaan, Ariati Iwamony “Kegiatan Hidroponik ini diperoleh dari kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lapas Kelas III Wonreli berkerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Barat Daya, Sekarang ini kami memulai dengan satu jenis tanaman yaitu sawi , dan secara berkala selalu dicek pertumbuhan tanaman,” terang Iwamony
Lebih lanjut Ia menambahkan Warga binaan sangat antusias ketika mendapatkan ilmu dan pengalaman baru mengenai bercocok tanam modern, Harapan kami kegiatan ini dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat. (*

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed