oleh

Keberhasilan Bupati Tagop Soulisa dan Almarhum Ayub Saleky ‘Membangun Buru Selatan Selama Periodesasi Kedua’

Bursel, SP. Com. Menyoal soal periodesasi jargon TOPBU dan sepak terjangnya, Salah satu Pemuda Buru Selatan yang juga aktifis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jurmin Lesilawang kepada SuaraPaparisa.Com. Sabtu (25/7/2020) di Kediamannya di Namrole memberikan apresiasi yang luar biasa terkait keberhasilan kinerja masa kepemimpinan Bupati Buru Selatan DR. Tagop Sudarsono Solissaa, SH., MT dan Almarhum Wakil Bupati Buru Selatan Ayub Saleky, SH.,MH.

Menurut Lesilawang. Pak Tagop dan (Alm) Ayub adalah salah satu tokoh insianator Pemekaran Buru Selatan berjuang dengan ikhlas membenahi tata kelola pemerintahan yang baik secara efektif dan efisien, walau belum sepenuhnya memenuhi keinginan dan aspirasi masyarakat tetapi dengan segala upaya dan kerja keras sudah di lakukan untuk mensejahterakan masyarakat Buru Selatan.

“Saya mengapresiasi kinerja Bupati Bursel selama 2 periode yang secara demokratis di pilih langsung oleh rakyat Buru Selatan, Kota Namrole sebagai wajah kota Kabupaten yang berkembang secara signifikan mulai dari Kapala Madan sampai Ambalau,”paparnya.

Terkait kritikan masyarakat, menurut lesilwang, itu hal biasa terjadi di Indonesia, namun Bapak Bupati Buru Selatan terus berbenah diri dan menerima kritikan dan saran serta masukan yang sifatnya membangun Kabupaten Buru Selatan. Perkembangan Kabupaten Buru Selatan jauh berbeda dengan kabupaten-kabupaten lain yang ada di Maluku, buktinya beliau sudah banyak berbuat secara nyata,” ungkapnya.

Lanjutnya, Keberhasilan kepemimpinan Bupati DR. Tagop Sudarsono Soulisa SH, MT dan Wakil Bupati Kabupaten Buru Selatan Almarhum Ayub Saleky, SH, MH sukses dalam membangun Buru Selatan selama 2 periode terakhir. Adapun saya mau katakan,

beberapa Penghargaan yang telah diraih dan berikan di antaranya :

  1. MENDAPAT PENGHARGAAN SELAKU KEPALA DAERAH TERBAIK SELURUH INDONESIA DENGAN MENERIMA ADHI KARYA PANGAN NUSANTARA TAHUN 2014 DARI BAPAK PRESIDEN RI HJ..JOKO WIDODO.
  2. PEKAN OLAH RAGA PROVINSI MALUKU ( POPMAL) TAHUN 2014 DAN MERAHI 3 EMAS, 10 PERAK SERTA 12 PERENGGU.
  3. REKOR MURI ATAS SAJIAN MAKANAN TERBANYAK BERBAHAN DASAR LOKAL (HOTONG) TAHUN 2015.
  4. PENGHARGAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL-KARTU INDONESIA SEHAT (JKN-KIS) AWAL TAHUN 2017 DARI BADAN PENYELENGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI JAKARTA.
  5. PENGHARGAAN KEPADA PEMBANGUNAN PASAR KAI WAIT NAMROLE SEBAGAI PASAR TERTIP UKUR DARI KEMENTRIAN PERDAGANGAN TAHUN 2017.
  6. JUARA UMUM LOMBA MTQ KE 27 TINGKAT PROVINSI MALUKU D NAMROLE.
  7. KAJURNAS PANCAK SILAT DI BANDUNG.
  8. JUARA II KAJURDA CATUR SE MALUKU TAHUN 2018.
  9. PENGHARGAAN KEPADA BAPAK BUPATI BURU SELATAN SEBAGAI BUPATI PEDULI OLAH RAGA PADA AJANG GOLDEN AWARD PUNCAK HARI PERS NASIONAL (HPN) TAHUN 2019.
  10. PENGHARGAAN BPJS KETENAGAKERJAAN ATAS PERAN PERLINDUNGAN PEGAWAI PEMERINTAH, NON PNS/ PTT TAHUN 2019.
  11. OPINI BADAN PEMERIKSAAN KEUANGAN (BPK) ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN KRITERIA WAJAR DENGAN PENGECUALIAN (WDP) PADA TAHUN 2018 DAN TAHUN 2019.

Serta penghargaan lainya dari pemerintah pusat, tak hanya itu, Keberhasilan dalam membangun Buru Selatan di mulai antara lain :

  • INFASTRUKTUR PEMBANGUNAN

 Pembangunan infastruktur wilayah Kabupaten Buru Selatan mencangkup : 1. Peningkatan prasarana jalan, jembatan dan drainase. 2. Peningkatan kualitas fisik prasarana penunjang pertanian, 3. Ketertiban, keamanan, kenyamanan dan transportasi dan Pada tahun 2019.

  1. Pembangunan jalan dengan total panjang jalan di kabupaten buru selatan samapai dengan tahun 2019 sebesar 654,8 KM yg terdiri dari jalan nasional 87 KM dengan kondisi baik sebesar 100 persen, jalan provinsi sebesar 101,85 KM dengan kondisi baik sebesar 27,86 persen dan jalan kabupaten sebesar 465,95 KM dengan kondisi baik sebesar 264 KM atau 56 persen.
  2. Pembangunan jembatan kabupaten buru selatan samapai dengan tahun 2019 sepanjang 751,63 M atau 21, 92 persen.
  • BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT
  1.  Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang merata dan berkualitas
  2. Penyediaan tenaga medis secara merata di seluruh wilayah,
  3. Pembangun sistim jaringan obat dan instalasi pengobatan
  4. Penyediaan dokter pada pusat pelayanan kesehatan.
  5. Sosialisasi pola hidup sehat perlunya kebersihan lingkungan. (BNF)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed